Salam Misioner...

Adik-adik, remaja, kaum muda, ibu bapak, suster, bruder, romo yang terkasih dalam Kristus ...

Berkah Dalem ...

Bulan September selesai, bulan Oktober datang. Kita tahu bahwa pada bulan Oktober umat Katolik menghidupi devosinya kepada ibu Maria Ratu Rosario Suci. Bulan Oktober juga dibuka dengan pesta St Theresia Kanak-kanak Yesus. Benar. St Theresia dari Kanak-kanak Yesus adalah orang kudus pelindung karya-karya misi Gereja. Inilah salah satu alasan penting mengapa Gereja menjadikan bulan Oktober sebagai bulan misi Gereja. Pada bulan ini, Gereja mengajak setiap anggotanya memperbarui semangat penginjilan.

Belum pernah dengar? Ya. Untuk itulah lembaran ini dibuat. Memberi katekese misi dalam memaknai bulan Oktober juga sebagai bulan penyegaran misi.

Nah, mari melihat 5 hal penting untuk menyegarkan pemahaman kita akan misi Gereja. 

 

  1. APA HAKIKAT MISI KITA?
    • Hakikat misi kita adalah hidup dalam pengalaman kasih Allah Bapa, dalam perutusan Putera dan dalam Roh Kudus.
    • Allah Bapa menyelenggarakan segala sesuatunya dalam kasih. Dalam keterbatasan manusia, Sang Putera hadir di dunia dalam sabda, karya dan tidak terlupa sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya. la datang untuk mencari yang hilang dan mewartakan kabar keselamatan. Sampai Kristus datang lagi, Roh KUDUS menjiwai Gereja dalam peziarahannya di dunia.
    • Apa yang telah dilaksanakan Kristus harus diwartakan dan disebarluaskan sepanjang waktu. Sejak Pentakosta, Gereja dipanggil untuk menjadi pewaris misi mewartakan kesatuan cinta di tengah-tengah dunia.  
  2. MENGAPA KITA BERMISI?
    • Kita bermisi mewartakan Injil, karena itulah panggilan dasar kita. Setiap orang yang sudah dibaptis adalah pewarta Injil. Gereja ada karena tugas misi. Kalau tidak ada misi, Gereja mati. Kalau di Gereja (baik paguyubannya, umatnya, liturginya, anak-anaknya, orang tuanya, dan lain sebagainya) sudah tidak terdengar kabar gembira Kerajaan Allah, artinya Gereja sudah kehilangan jatidirinya.
    • Bermisi bukan pertama-tama kita membuat atau menarik orang untuk menjadi Katolik. Bermisi merupakan jawaban dari mereka yang dengan iman mendengar suara panggilan Tuhan. Pengikut Kristus tidak pernah berhenti menjadi misionaris, karena mengerti bahwa "Yesus berjalan bersamanya, berbicara kepadanya, bernafas bersamanya. Mereka merasakan Yesus hidup bersamanya di tengah-tengah gerak misioner (EG 266). Santo Paulus bahkan mengatakan, "Celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil (1 Kor 9:16)
  3. SIAPA YANG HARUS BERMISI?
    • Semua orang yang sudah dibaptis harus bermisi mewartakan Injil supaya hidupnya menjadi berkat, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarga, bagi lingkungan, bagi masyarakat, bagi bangsa, dan bagi alam semesta.
    • Bapak Uskup Mgr Pujasumarta mengingatkan bahwa baik secara teologis, historis, maupun sosiologis-ekologis kita punya hutang tanggungjawab sejarah. Secara teologis, kita tahu bahwa hidup ini adalah sepenuh-penuhnya rahmat. Syukur kita atas hidup perlu diwujudkan dalam pelayanan dan paguyuban. Secara historis, iman Katolik diterima dari para bapa misionaris, para katekis, para pendiri Gereja ini. Kita perlu mengembangkan kesadaran bermisi, baik secara lokal, maupun global. Secara sosial-ekologis, kita sadar bahwa iman ini tumbuh dalam konteks Indonesia yang alam indahnya mulai rusak. Kini dihayati bahwa 100% Katolik adalah 100% Indonesia, dan juga 100% aktif melestarikan alam 
  4. BAGAIMANA KITA BERMISI?
    • Pertama-tama kita bermisi dengan menghayati hidup Kristiani secara mendalam, sehingga hidup kita sungguh merupakan pengalaman cinta kasih Kristus pada manusia. Kedalaman itu kemudian diekspresikan dengan semangat pelayanan, persaudaraan, peribadatan, dan kesaksian hidup kita masing-masing. Kasih Kristus menantang Gereja untuk membantu orang kembali pada akar-akar budaya hidup mereka sendiri.
    • Mari meresapi dalam hidup sehari-hari empat semangat misi, 2D-2K; doa, derma, kurban, dan kesaksian. Pada bulan ini, setidak-tidaknya, selipkanlah doa-doa untuk para misionaris dan karya-karya misi, sisihkanlah barang sedikit dana untuk membantu kelangsungan karya misi, sadari dan rasakan bahwa setiap hal yang kita kerjakan dalam hidup ini dapat dimaknai sebagai pewartaan kabar Gembira Injil. Satu perbuatan kecil untuk yang paling miskin dan menderita adalah satu tanda besar kehadiran Kerajaan Allah di dunia. (EG 48)
  5. DIMANAKAH KITA BERMISI? 
    • Dimanapun orang hidup dan beraktivitas, disitulah ia harus mewartakan Injil, menjadi kabar baik untuk alam ciptaan dan segalanya. Orang yang sudah pernah menerima sabda diberi pewartaan, orang yang belum mengenal sabda lebih-lebih lagi harus diperkenalkan pada sabda. St Fransiskus bahkan mengajak kita mewartakan Injil kepada saudara matahari, saudari rembulan, air, udara, hewan-hewan, dan saudara dekat kita, kematian. Tiada tempat dan waktu tanpa pewartaan Sabda Tuhan. Secara khusus, di jaman ini, generasi baru lahir dalam dunia digital. Beberapa ciri era digital adalah adanya aneka perubahan cara hidup orang: informasi berlimpah, relasi virtual sepintas dan cenderung dangkal, pengetahuan yang cepat tetapi tidak mendalam, melunturnya nilai-nilai kemanusiaan, dan munculnya aneka bahasa baru dalam berkomunikasi.
    • Orang muda, remaja, dan anak-anak jauh lebih mudah akrab dengan dunia digital ini. Yang dianggap sebagai dunia maya orang dewasa, bisa jadi merupakan dunia nyata mereka. Kecenderungan ini tidak perlu terus menerus diratapi, teta¬pi disyukuri dan disikapi. Dengan pendampingan tertentu, mereka yang akjtif di dunia ini sebenarnya bisa juga menjadi pewarta. 

Jangan khawatir bahwa kita akan bermisi sendirian. Secara khusus, ada hari-hari yang dimaknai oleh Gereja seluruh dunia sebagai hari-hari khusus misi:

  1. Pesta Pelindung Misi
    • 1 Oktober: Pesta St. Teresia Dari Kanak-kanak Yesus. Hari Misi Para Suster.
    • 3 Desember: Pesta St. Fransiskus Xaverius. Hari Misi Para Imam dan Bruder.
  2. Hari-Hari Perayaan Misi
    • Hari Raya Penampakan Tuhan atau Epifani (biasanya jatuh pada Hari Minggu Pertama di bulan Januari) adalah Hari Anak dan Remaja Misioner Sedunia. Selama ini sudah sering dimaknai dengan acara maupun selebrasi bersama anak dan remaja baik di tingkat keuskupan, kevikepan, maupun rayon dan paroki. Hari pada hari ini juga dibuat pengumpulan dana misi untuk Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner sedunia.
    • Tanggal 18-25 Januari; Pekan Doa Sedunia Untuk Persatuan Umat Kristen.
    • Tanggal 11 Februari; Pesta Penampakan Bunda Maria Di Lourdes; disyukuri sebagai Hari Orang Sakit Sedunia. Biasa dimaknai dengan aneka Doa dan pelayanan bagi yang sakit, serta mohon kekuatan bagi para pelayan kesehatan.
    • Minggu Paskah IV; Minggu Gembala Yang Baik adalah Hari Minggu Panggilan Sedunia. Aneka macam aksi mapun kepedulian dan solidaritas bagi panggilan sudah diupayakan sebagai kerja sama antara semua anggota Gereja.
    • Minggu Kedua Dari Akhir Bulan Oktober; Hari Minggu Misi Sedunia. Dalam praktek belum terlalu diolah lebih dari kolekte Hari Minggu Misi.

Nah, mari mengasah kembali semangat misi kita. Mari memulainya dengan pertanyaan kecil, "Dalam pengalaman apakah saya mengalami kasih Kristus hari ini?" Selamat bermisi.

Museum Misi Muntilan - Pusat Animasi Misioner Pada Pesta St Theresia Kanak-Kanak Yesus

Sumber : Hari Minggu Misi Sedunia ke-89 Datang dan Pergilah, Engkau Diutus!